• This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Kamis, 08 Maret 2018

TA 2


PEMBUATAN SISTEM PENJADWALAN MELALUI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK RRI CIREBON
Adi Nugraha 1), Agus Salim 2)
1). Jurusan Sistem Informasi Fakultas Teknologi Industri Universitas Trisakti
2) Lembaga Penelitian Universitas Trisakti
spidymagic@yahoo.com


Abstrak
LPP RRI Cirebon dalam pembuatan pola penjadwalan saat ini masih belum efektif dan efisien. Selain itu, administrasi siaran masih menggunakan komputerisasi pada umumnya seperti Ms Word dan Exel. Hal tersebut menjadi kendala dalam penyerahan jadwal pola kepada kepala siaran. Sehingga, untuk pembuatan penjadwalan siaran sering terjadi jadwal siaran yang sama dalam satu dan menyebabkan kehilangan data pola jadwal. Serta sulitnya pencarian data jadwal pola yang dibutuhkan ketika diperlukan yang menyebabkan kinerja pegawai menjadi kurang optimal.
Tugas akhir ini akan menerapkan teknik siklus pengembangan perangkat lunak (SDLC - Software Development Life Cycle) dalam membangun aplikasi menggunakan metode prototype. Prototyping Model juga dapat diartikan sebagai pembuatan sistem atau software dengan metode siklus. Dalam metode prototyping model sendiri memiliki 6 tahap, yaitu: 1. Pengumpulan kebutuhan, 2. Membangun prototyping, 3. Pengkodean sistem, 4. Pengujian sistem, 5. Evaluasi sistem, 6. Menggunakan sistem. Bahasa pemrograman yg digunakan PHP, database MySQL, Localhost Xampp, Editor Dreamweaver, dan data yang diperoleh dari hasil wawancara dan observasi pada Lembaga Penyiaran Publik RRI Cirebon.
Hasil tugas akhir ini, dapat membantu proses pola penjadwalan yang dilakukan oleh administrasi siaran LPP RRI menjadi efektif dan efisien. Kemudian, tujuan tugas akhir ini diharapkan juga dapat mempermudah pembuatan pola penjadwalan. Dan dalam perkembangan selanjutnya diharapkan dapat meningkatakan kualitas pelayanan dalam pembuatan pola penjadwalan administrasi siaran di LPP RRI.

Kata kunci: SDLC,  Prototype, Xampp, MYSQL, PHP,

Pendahuluan
1.    Latar Belakang Masalah
LPP RRI Cirebon merupakan salah satu penyiaran milik pemerintah satu - satunya di Cirebon, yang memiliki berbagai prosedur standar operasional (SOP) dan berstatus  stasiun  penyiaran  bertipe  B.  RRI  atau Radio  Republik  Indonesia  adalah radio  yang  menyandang  nama negara yang siarannya ditujukan untuk kepentingan bangsa dan negara RRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik yang independen, netral dan tidak komersial yang berfungsi memberikan pelayanan siaran informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, control social, serta menjaga citra positif bangsa di dunia internasional. LPP RRI sendiri memiliki produksi siaran acara radio diantaranya adalah pola penjadwalan. Pola penjadwalan ditangani oleh administrasi siaran yang  bertanggung  jawab  merumuskan, mengatur jadwal siaran, menetapkan programming  penyiaran  radio  sesuai  bentuk  format  penyiaran  radio  yang  telah ditetapkan, termasuk aspek–aspek pendukung keberhasilan penyiaran radio dengan memperhatikan kebutuhan  pendengar.
Berdasarkan hasil observasi lapangan tentang Penjadwalan Tahunan diperoleh data yang ditampilkan sebagai berikut :
Tabel 1.1: Pola Penjadwalan Programa 2 Rri Cirebon
Tahun
Pendidikan
Berita
Budaya
Iklan
Hiburan
2014
10%
20%
10%
20%
40%
2015
15%
10%
15%
20%
40%
2016
15%
10%
15%
30%
30%
Sumber data : Bagian Perencanaan RRI Cirebon, 2016
Gambar1.1: Pola Penjadwalan Rri Cirebon
Sumber data : Bagian Perencanaan RRI Cirebon, 2016

Masalah pada pola penjadwalan Rri Cirebon adalah lambatnya pengerjaan dan pendataan, karena masih terdapat kesulitan dan kelemahan-kelemahan di mana pengerjaannya masih dilakukan pengeditan komputer dan belum adanya sebuah sistem yang mengandung Informasi tentang jadwal siaran PRO 2 FM yang efisien, tepat, cepat dan akurat. Dalam membuat jadwal siaran masih mengunakan sistem komputer yang bersifat umum misalnya mengunakan Microsoft Word atau Microsoft Exel sehingga sering terjadi kesalahan. Disamping itu penyiar juga tidak bisa melihat jadwal siaran secara fleksibel karena penyiar hanya bisa melihat jadwal siaran di dalam studio sehingga ketika penyiar ingin mengetahui jadwal siaran, mereka harus datang ke studio. Pengaturan jam siaran di radio PRO 2 FM masih belum terdata secara sepenuhnya. Terutama ketika ada salah satu penyiar yang ingin pindah jam siarannya ataupun ijin tidak bisa siaran, sulit untuk mencari pengganti dan menyebarkan informasi kepada penyiar lainnya. Maka dari itu sering kali penyiar melakukan kesalahan dalam menentukan pengganti siaran akibat tidak terdatanya ketika ada salah satu penyiar yang pindah jam siarannya ataupun ijin tidak bisa siaran dan kurang koordinasinya antar penyiar satu dengan penyiar yang lainnya.

Berdasarkan pada latar belakang masalah diatas, maka rumusan masalah dalam tugas akhir ini, adalah :
a.       Tidak teraturnya laporan pola penjadwalan penyiaran di Rri Cirebon, sehingga menghambat pekerjaan dan terbengkalai
b.      Pembuatan pola penjadwalan penyiaran di Rri Cirebon dilakukan dengan komputerisasi pada umunya sepeti Ms. Word dan Ms. Exel
c.       Belum adanya aplikasi yang mendukung pembuatan jadwal penyiaran di Rri Cirebon dalam pengaturan jam siaran, mengakibatkan sering terjadinya jadwal penyiaran yang sama dalam satu waktu
Selanjutnya terkait dengan masalah tersebut di atas penulis merumuskannya ke dalam bagan di bawah ini:
PROSES

Program
Strategi
PHP, Sublimer, MySQL, XAMPP, Visio
Mengoptimalkan manajemen penjadwalan melalui Penerapan Aplikasi Manajemen Penjadwalan menggunakan metode prototype
FAKTOR DETERMINAN

LPP RRI Cirebon dalam pembuatan pola penjadwalan saat ini masih belum efektif dan efisien. Sehingga, mempersulit bagian administrasi  untuk menyerahkan pola jadwal kepada kepala siaran . Serta sulitnya pencarian data jadwal pola yang dibutuhkan membuat kinerja pegawai menjadi terhambat
.
OUTCOME

Optimalnya pengerjaan Pola Penjadwalan secara online yang memudahkan administrasi siaran

RAW INPUT

-Daypart
-Acara
-Golongansiaran
-Pengguna

OUTPUT

Jadwal pola
Laporan pola

MASALAH
Tidak teraturnya laporan pola penjadwalan, sehingga menghambat pekerjaan dan terbengkalai,
TANTANGAN
·  Merumuskan kriteria yang digunakan
·  Menerapkan penerapan SDLC dengan metode prototype
·  Menganalisa kesimpulan dari output yang dihasilkan

 










Gambar1.2: Bagan input-proses-output rumusan masalah
Berdasarkan rumusan pokok masalah di atas agar tugas akhir ini lebih fokus pada masalah yang diteliti, maka didalam tugas akhir ini dengan judul Pemubuatan Sistem Penjadwalan Melalui lembaga penyiaran Publik Rri Cirebon, batasan masalah dalam tugas akhir ini, adalah  :
  1. Ingin Mengevaluasi dan Mengetahui Manajemen Pembuatan Penjadwalan Penyiaran Publik Rri Cirebon yang di fokuskan pada  aspek prosedur penjadwalan.
  2. Ingin Merancang Manajemen Pembuatan Penjadwalan Menggunakan Metode Prototype di Lembaga Penyiaran Publik Rri Cirebon yang di fokuskan pada aspek perancangan Flowmap, Flowchart, Diagram Konteks, Diagram Dekomposisi, DFD, Normaisasi, ERD, Derajat Kardinalitas (Data Base) dan Tabel – tabel yang dibutuhkan.
c.       Ingin Menerapkan Manajemen Pembuatan Penjadwalan Melalui Penerapan Aplikasi Web Menggunakan Metode Prototype di Lembaga Penyiaran Publik Rri Cirebon yang di fokuskan pada menerapkan pembuatan Back-and dan fornt-and produk, pengujian black box.

Studi Pustaka
1.            Teori Manajemen
Beberapa unsur manajemen yang terdiri dari man, money, methods, materials, machine and market. supaya unsur-unsur manajemen tersebut lebih berdaya guna , berhasil guna, terintegrasi, dan terkoordinasi dalam mencapai tujuan yang optimal,maka pimpinan perusahaan dengan wewenangnya sebagai pimpinan harus bisa mengaturnya melalui proses dari urutan fungsi -fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian [2].

Pembuatan  jadwal sebagai pengaturan waktu dari suatu kegiatan operasi serta mengalokasikan tenaga kerja untuk suatu kegiatan operasi Lembaga Penyiaran Publik [6].
3.            Teori Prototype
Tahapan-tahapan dalam Prototyping adalah sebagai berikut:

a.            Pengumpulan kebutuhan Pelanggan dan developer bersama-sama mendefinisikan format seluruh perangkat lunak, mengidentifikasikan semua kebutuhan, dan garis besar sistem yang akan dibuat.
b.            Membangun prototyping dengan membuat perancangan sementara yang berfokus pada penyajian kepada pelanggan (misalnya dengan membuat input dan format output).
c.            Evaluasi prototyping Evaluasi ini dilakukan oleh pelanggan apakah prototyping yang sudah dibangun sudah sesuai dengan keinginan pelanggan. Jika sudah sesuai maka langkah 4 akan diambil. Jika tidak prototyping direvisi dengan mengulangi langkah 1, 2, dan 3.
d.            Mengkodekan sistem Dalam tahap ini prototyping yang sudah disepakati diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman yang sesuai.
e.            Menguji sistem Setelah sistem sudah menjadi suatu perangkat lunak yang siap pakai, harus dites dahulu sebelum digunakan. Pengujian ini dilakukan dengan Black Box, pengujian arsitektur dan lain-lain.
f.              Evaluasi sistem Pelanggan mengevaluasi apakah sistem yang sudah jadi sudah sesuai dengan yang diharapkan. Jika ya, langkah 7 dilakukan, jika tidak, ulangi langkah 4 dan 5.
g.            Menggunakan sistem Perangkat lunak yang telah diuji dan diterima pelanggan siap untuk digunakan.

4.            Teori Black Box
Black-Box Testing cenderung untuk menemukan hal-hal berikut:
a)            Fungsi yang tidak benar atau tidak ada
b)            Kesalahan antarmuka (interface errors)
c)            Kesalahan pada struktur data dan akses basis data
d)            Kesalahan performansi (performance errors)
e)            Kesalahan inisialisasi dan terminasi.

Metodologi Penelitian
1.   Melakukan observasi dan Survey di  LPP RRI Cirebon
Melakukan Observasi, evaluasi dan suvey dilapangan dilakukan dengan terjun ke LPP RRI Cirebon langsung, dimana peneliti melakukan observasi, wawancara dan studi pustaka untuk mengambil data – data yang mendukung tugas akhir ini
2.    Pengumpulan data pendukung tugas akhir
Pengumpulan data pendukung tugas akhir dilakukan baik mengumpulkan dokumen internal dan external, sebagai dasar dilakukannya tugas akhir ini, sehingga hasil yang diperoleh dari tugas akhir ini dapat dimanfaatkan oleh administrasi siaran LPP RRI Cirebon.
3.    Perancanganaplikasi Manajemen Penjadwalan
Setelah diperoleh data pendukung tugas akhir berupa dokumen, laporan dan wawancara, maka dibuatlah rancangan system dan database guna mempercepat tujuan pembuatan tugas akhir ini.
4.    Penerapan SDLC Metode Prototype
a.            Mendefinisikan format seluruh perangkat lunak
Administrasi siarandan staf bersama-sama mendefinisikan format seluruh perangkat lunak, mengidentifikasikan semua kebutuhan, dan garis besar sistem yang akan dibuat.
b.            Membangun Prototyping
Membangun prototyping dengan membuat perancangan sementara yang berfokus pada pola penjadwalan (misalnya dengan membuat input dan format output).
c.             Evaluasi Prototyping
Evaluasi ini dilakukan olehadministrasi siaran apakah prototyping yang sudah dibangun sudah sesuai dengan keinginan pelanggan. Jika sudah sesuai maka langkah 4 akan diambil. Jika tidak prototyping direvisi dengan mengulangi langkah 1, 2, dan 3.
d.            Pengkodean Sistem
Dalam tahap ini prototyping yang sudah disepakati diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman yang sesuai.
e.            Proses Pengujian
Setelah sistem sudah menjadi suatu perangkat lunak yang siap pakai,  Black Box, pengujian arsitektur dan lain-lain.
f.              Evaluasi Sistem.
Administrasi siaran mengevaluasi apakah sistem yang sudah jadi sudah sesuai dengan yang diharapkan. Jika ya, langkah 7 dilakukan, jika tidak, ulangi langkah 4 dan 5
g.            Menggunakan Sistem
Perangkat lunak yang telah diuji dan diterima penyiar siap untuk digunakan.

Hasil dan Pembahasan
            Hasil belum terpenuhi.


Kesimpulan
Penyusunan jadwal  (pola) di Lembga Penyiaran Publik RRI Cirebon belum maksimal, karena bentuk jadwal (pola) masih terbatas hanya pada bentuk dokumen (hardcopy). Oleh sebab itu, dibutuhkan bentuk selain dokumen (hardcopy) guna mengefektif dan mengefisienkan penyusunan jadwal (pola) di Lembaga Penyiaran Publik RRI Cirebon.

Ucapan Terima kasih
Terima kasih atas bimbingan dan kerja samanya kepada bpk. Agus Salim
Terimakasih kepada teman-teman dan kerabat
Terimaksih kepada kedua orangtua saya yang selalu memberikan dukungan

Daftar pustaka
Ayu Rizka Inayah, 2010 p.2, Aplikasi Pemesanan Menu Makanan di Rumah Makan Berbasis Web Service Menggunakan Mobile Aandroid
Caesar Dila Dewata, 2010 p.3, System Development Life Cycle
Denny Ramdan, 2010 p.7, Tinjauan Mengenai Pemotivasian Karyawan pada PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) Bandung
Didik Wira Samodra, 2009 p.708, Multimedia Pembelajaran Reproduksi Pada Manusia
I Joko Dewanto, 2004 p.39, System Development Life Cycle
Ika Yuniarti, 2008 p.3, Sstem Informasi Layanan Jalan Pada Puskesmas Kpauan dengan Mengguanakan Metode Prototype
Novi Riyato Dwi Putra Baya Instansi, 2013 p.1, Aplikasi Penjadwalan Penyiar Dan Acara Pada Radio Republik Indonesia
Novi Riyato Dwi Putra Baya Instansi, 2013 p.1, Sistem Informasi Penjadwalan Penyiaran Radio Surabaya